Dugaan Pengeroyokan di Acara Motor Batam, Korban Mengaku Ditendang dan Diinjak-injak

ANAMBAS, JABATNEWS.COM — Seorang pria berinisial H.T.L. melaporkan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang dialaminya usai menghadiri kegiatan komunitas motor di kawasan Pantai Indah Mutiara Golden Prawn, Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/216/V/2026/SPKT/POLRESTA BARELANG/POLDA KEPULAUAN RIAU tertanggal 31 Mei 2026. Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian dengan status terlapor masih dalam lidik.
Berdasarkan laporan yang diterima polisi, peristiwa itu diduga berawal dari unggahan pelapor di media sosial pada 18 Mei 2026.
Unggahan tersebut berisi pandangan terkait komunitas motor dan penggunaan atribut punk yang kemudian mendapat respons dari sejumlah pihak yang tidak sependapat.
Pelapor menuturkan bahwa saat menghadiri acara Motor Custom Collaboration Vol. 3 pada Sabtu (30/5/2026) malam, dirinya dipanggil oleh beberapa orang untuk dimintai penjelasan mengenai unggahan tersebut.
“Saya hanya berusaha menjelaskan maksud dari unggahan yang saya buat. Namun situasi saat itu mulai memanas dan tidak kondusif,” ujar pelapor sebagaimana tertuang dalam laporan kepolisian.
Menurut keterangannya, sejumlah orang kemudian diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya. Pelapor mengaku mengalami tamparan, tendangan hingga terjatuh, serta diinjak oleh beberapa orang yang berada di lokasi.
“Saya ditampar, ditendang hingga jatuh ke tanah, kemudian badan saya diinjak-injak. Akibat kejadian itu saya merasakan sakit di beberapa bagian tubuh,” katanya kepada JABATNEWS.COM, Jumat (5/6/2025).
Dalam laporan yang sama, pelapor juga menyebut rekannya, Celvin Sky Emmanuel, turut menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Teman saya juga menjadi korban pemukulan. Bahkan mengalami luka yang diduga akibat benda tajam,” ungkapnya.
Akibat peristiwa itu, kedua korban mengaku mengalami kesakitan dan memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke Polresta Barelang.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas serta peran pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Polisi juga akan mendalami keterangan saksi dan alat bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. (JN/Red)
